Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalahVoetbalbond Indonesische Jacatra(VIJ). Pasca Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta (Persija). Pada saat itu,Nederlandsch Indisch Voetbal Unie(NIVU) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain,Voetbalbond Batavia en Omstreken(VBO) sebagai perserikatan tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar, dan merembet ke anggotanya, termasuk VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri, dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Sempat menjadi jawara di era Perserikatan, klub ini semakin bersinar di era sepakbola profesional, setelah mendapat dukungan dan perhatian yang besar dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kala itu. Sayang seiring dengan lengsernya pria yang akrab di sapa Bang Yos itu,...